iklan

Saat Tes Wawancara jadi POLISI Ehh Ketahuan Kalau DPO. TAMAT Riwayatnya...!

ADSENSE Link Ads 200 x 90
ADSENSE 336 x 280

Seorang calon siswa (casis) polisi yang mendaftar di Polres Gowa berinisial SG, (19), warga Kelurahan Romang Lompoa, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan ketahuan berstatus tersangka. Alhasil berkasnyapun ditarik, dengan demikian pemuda ini tidak lagi punya hak untuk mengikuti tahapan perekrutan berikutnya atau dinyatakan tidak lulus. (Pupus sudah harapannya alias tamat riwayatnya untuk mengikuti seleksi lebih lanjut).Wakapolres Gowa, Kompol Dwi Bahtiar Rifai yang dikonfirmasi, Sabtu, (14/4/2017), menjelaskan, casis SG diketahui pernah tersangkut masalah hukum ini awalnya ketahuan di sesi wawancara saat tahap pemeriksaan administrasi terhadap berkas yang diajukan. 
"Saat diwawancara Jumat kemarin, SG ini duduk gelisah. Gelisahnya mencurigakan tidak seperti kawan-kawannya casis yang lain. Anggota kemudian menelusuri jejak rekamnya dan ditemukanlah kalau SG ini pernah terlibat kasus kekerasan anak. Dia terjerat UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, juga UU Darurat karena ketahuan membawa senjata tajam, " kata Kompol Dwi Bahtiar Rifai. SG terlibat kasus kekerasan anak pada 9 Maret 2015 lalu. Dia bersama kawannya yang berinisial MA mengeroyok seorang anak di dekat SMU Negeri 1, Gowa. Anak itu dicekik dan dipukul. Saat itu SG membawa senjata tajam. Tapi karena pertimbangan SG saat itu juga masih anak-anak, kasusnya tidak berlanjut, istilahnya diberikan pembinaan. 
Setelah ditelusuri lebih jauh lagi, kata Dwi, diketahui jika anak SG ini sudah berkali-kali melakukan tindak kriminal. Terhitung sudah banyak Laporan Polisi (LP) nya, kira-kira ada enam LP yang rata-rata masuk ke Polrestabes Makassar antara lain kasus balap liar. Namun karena saat itu yang bersangkutan masih tergolong anak-anak, tindaklanjut prosesnya hanya sampai ke pembinaan. Selain SG ini, Polres Gowa juga menarik berkas casis lainnya bernama WA, (19), Kamis lalu, (13/4). WA ini adalah warga Kabupaten Jeneponto tapi mendaftar polisi di Polres Gowa. Berawal dari kecurigaan inilah, akhirnya dia diketahui kalau pemuda ini sebenarnya buron atau DPO Polres Jeneponto. 

"Saat wawancana atau bahkan boleh dikata sesi ngobrol santai saja, dia ditanya latar belakangnya apa, asalnya dari mana. Dari situ, anggota mulai curiga kenapa ada warga Jeneponto mendaftar di Gowa sementara Polres Jeneponto juga membuka pendaftaran. Anggota kemudian berkoordinasi dengan Polres Jeneponto akhirnya diketahuilah kalau WA ini seorang DPO, " kata Wakapolres Gowa ini. 
WA ini DPO kasus pencurian kendaraan bermotor tahun 2015 lalu. Dia berkawan empat orang, tiga lainnya sudah diamankan lebih dulu. Jadi setelah berkoordinasi dengan Polres Jeneponto itu dan dipastikan status WA, diapun diamankan dan Kamis sorenya langsung dibawa dan diserahkan ke Polres Jeneponto. 

"Jadi baik pada SG dan WA ini, berkas keduanya sudah ditarik. Otomatis mereka tidak lulus. Kapolda Sulsel telah mengamanahkan ke kami agar pendaftaran polisi ini seteliti mungkin dan akhirnya kita menemukan casis yang ternyata bermasalah dengan hukum ini, " tandas Kompol Dwi Bahtiar Rifai.

Sumber: merdeka.com
ADSENSE 336 x 280 dan ADSENSE Link Ads 200 x 90

0 Response to "Saat Tes Wawancara jadi POLISI Ehh Ketahuan Kalau DPO. TAMAT Riwayatnya...!"

Posting Komentar